Sabtu, 13 September 2014

Merdeka Kita Masih Fana

Kita pernah terjajah dalam durasi abad secara nyata
Lalu merdeka, tapi berlanjut sebagai perbudakan yang kasat

Dulunya kita tunduk tak melawan karena ketakutan
Kita ketakutan sebab mereka pegang senjata
Mereka adalah maling berwajah manis pada awalnya,
Dan baru kita sadar siapa mereka
Setelah timah panas yang menembus jutaan kepala.

Kini kita masih tunduk :
Lewat hiburan, atau selubung pendidikan
Kepala kita diracuni dengan kelamin dan dada wanita
Anak-anak di sekolah dididik jadi pekerja dan penjilat.
Bila dulunya kepala kita cukup terlindung dari Jepang atau Belanda.
Hari ini kita perlu melindungi kepala dari aparat Negara.
Aku tak bercanda, seperti awak media yang menjual sampah.
Kau perlu kembali belajar sejarah dengan benar bila tak percaya.

Entah benar tolol atau pura-pura
Tapi sebagian kita buta, sebagian lagi sengaja
Sebagian lagi mendengar tapi kabur sambil tutup telinga
Maka jangan tersinggung jika aku sabda :
"Merdeka kita masih fana"

Negeri ini masih punya harapan.
Tak perlu malaikat, cukup mereka yang mau berbuat.
Tidak perlu minta Tuhan menurunkan Nabi
Kita hanya perlu orang yang berani. 

*Penulis adalah mantan calon mahasiswa sastra yang terpaksa menyelesaikan nasib sebagai calon sarjana psikologi.
5 ilusi: Merdeka Kita Masih Fana Kita pernah terjajah dalam durasi abad secara nyata Lalu merdeka, tapi berlanjut sebagai perbudakan yang kasat Dulunya kita tunduk tak ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >