Rabu, 08 Oktober 2014

Sajak Terka Mengira

Selalu menyenangkan menyaksikan kota malam hari, begitu tenang; tanpa serapah dan caci maki, sayang malam hari di kota banyak yang mati.

Menyaksikan langit malam, menyaksikan kenangan. Mengira-ngira suasana pegunungan; sedang apa kabut bersama dedaunan?

Menyaksikan nisanmu, mengenang tawamu. Mengira-ngira sepi di makammu; adakah telinga malaikat penjaga makam mendengar sebaik telingaku dulu?

Merupai waktu, merupai senyummu. Menerka-nerka lelaki yang mengisi ruang rasamu; apakah aku, atau memang lelakimu?


*Muh. Shany Kasysyaf, penulis adalah mahasiswa yang mengira dirinya Ultraman Gaia; datang dari planet berjuta tahun cahaya untuk membersihkan dunia manusia dari setan-setan bernama keserakahan.
5 ilusi: Sajak Terka Mengira Selalu menyenangkan menyaksikan kota malam hari, begitu tenang; tanpa serapah dan caci maki, sayang malam hari di kota banyak yang mati. ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

< >